Pas Marque – Desainer Syukriah Rusydi berhasil mencuri perhatian di Moscow Fashion Week 2025 dengan menampilkan keindahan kain tenun Baduy. Sebagai satu-satunya desainer Indonesia yang berpartisipasi, ia membawa karya-karya yang mengangkat warisan budaya Indonesia ke panggung dunia. Koleksi yang ia tampilkan menjadi salah satu highlight yang mencuri perhatian penonton internasional.
Syukriah Rusydi mengusung koleksi bertajuk Reborn29 dengan tema “The Whisper of Grace.” Koleksi ini menggabungkan keanggunan bunga dandelion dengan filosofi mendalam yang dimilikinya. Koleksi tersebut menghadirkan berbagai busana dengan potongan A-line dan H-line yang klasik, namun tetap nyaman digunakan sehari-hari. Kesan elegan yang ditampilkan tetap bisa dinikmati dalam kehidupan modern.
Dalam koleksinya, Syukriah mengutamakan palet warna yang tenang dan mewah. Warna-warna musim seperti hijau army, hitam, cokelat, dan abu-abu mendominasi pilihan busana. Kombinasi warna tersebut menciptakan kesan yang elegan dan penuh pesona, meskipun tetap sederhana. Kain tenun Baduy yang dipilih oleh Syukriah menambah daya tarik pada koleksi tersebut. Tenun Baduy sendiri memiliki nilai filosofis yang tinggi, yang menggambarkan kesederhanaan dan kedamaian.
“Baca juga: Mengenal Ragam Gaya Fashion Khas Setiap Negara: Dari Jepang hingga Afrika”
Sebagai bentuk dukungannya terhadap keberlanjutan dalam dunia fesyen, Syukriah Rusydi juga menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Selain kain tenun Baduy yang dipilih secara manual, koleksi ini juga memanfaatkan katun dan tulle daur ulang. Syukriah percaya bahwa fashion berkelanjutan semakin penting di tengah tingginya kesadaran konsumen akan dampak industri mode terhadap lingkungan. Ia berharap koleksi Reborn29 bisa diterima dengan baik di pasar Rusia, yang semakin tertarik pada produk fashion ramah lingkungan.
Syukriah menggunakan teknik manipulasi kain yang menghasilkan bentuk menyerupai biji dandelion yang beterbangan. Teknik ini memberikan aksen berbeda pada busana dan menciptakan efek visual yang menarik. Kombinasi teknik ini dengan makeup model yang bernuansa biru muda menciptakan kesan yang mendalam. Setiap detail dalam koleksi Reborn29 menunjukkan dedikasi Syukriah terhadap keindahan dan harmoni, yang dipadu dengan elemen-elemen alam.
Syukriah berharap dapat memperoleh peluang besar dari partisipasinya di Moscow Fashion Week 2025, khususnya untuk memasuki pasar Rusia dan Eropa Timur. Acara tersebut membuka kesempatan untuk berkolaborasi dengan berbagai buyer, distributor, dan peritel lokal. Keikutsertaannya di event internasional ini menjadi langkah besar bagi desainer Indonesia dalam memperkenalkan produk fesyen berbasis budaya lokal ke panggung global.
Moscow Fashion Week 2025 berlangsung di Aula Pameran Pusat ‘Manege,’ yang menjadi tempat bersejarah bagi para desainer dunia untuk menunjukkan karya mereka. Tidak hanya menampilkan lebih dari 90 show dari berbagai merek Rusia, Moscow Fashion Week juga mengundang desainer dari luar negeri, termasuk Indonesia. Ajang ini menjadi sarana penting bagi desainer untuk mendapatkan perhatian internasional dan berinteraksi langsung dengan pasar global.
“Simak juga: Lembah Baliem Papua: Surga Tersembunyi untuk Wisata Trekking dan Eksplorasi Budaya”
Selain Syukriah Rusydi, berbagai desainer dari seluruh dunia juga ikut berpartisipasi dalam Moscow Fashion Week 2025. Beberapa brand dari Rusia, seperti Nelly Kruk, menampilkan koleksi dengan desain geometris dan multi-layered, menggunakan bahan-bahan alami. Brand lain seperti Moscow Zuhat memperkenalkan konsep modest fashion dengan paduan warna pastel dan kain transparan. Berbagai koleksi ini mencerminkan keragaman dan inovasi dalam dunia mode, menunjukkan betapa pentingnya pertukaran budaya dalam industri fesyen global.
Selain menampilkan koleksi-koleksi luar biasa, Moscow Fashion Week juga menyediakan berbagai kesempatan bagi desainer untuk memperkenalkan karya mereka kepada pasar global. Pasar yang beroperasi setiap hari di Aula Pameran Pusat ‘Manege’ memungkinkan pengunjung untuk membeli produk dari desainer Rusia dan internasional. Ini menjadi kesempatan emas bagi desainer untuk memasarkan karya mereka ke khalayak yang lebih luas dan menjalin kemitraan bisnis.