Pas Marque – Tren Fesyen Lebaran dan Dampak Lingkungan semakin menjadi sorotan. Kebiasaan membeli pakaian baru menjelang Lebaran sudah menjadi tradisi di masyarakat. Namun, kebiasaan ini turut membawa dampak negatif, terutama terhadap lingkungan. Setiap tahun, banyak orang yang membeli pakaian baru untuk merayakan Lebaran tanpa menyadari dampak yang ditimbulkan. Penumpukan pakaian lama yang tidak lagi digunakan menjadi masalah utama, dan tak jarang pakaian ini berakhir sebagai sampah fesyen yang sulit didaur ulang. Dampak lingkungan dari tren fesyen ini perlu menjadi perhatian serius.
Menurut Maria Nala Damayanti, dosen Textile and Fashion Design Universitas Kristen Petra, peningkatan sampah fesyen menjadi masalah yang jarang disadari. Banyak orang membeli pakaian baru tanpa memperhatikan pakaian lama yang sudah dimiliki. Padahal, hal ini menambah jumlah sampah fesyen yang sulit didaur ulang. Dampak dari perilaku ini jauh lebih besar daripada yang diperkirakan. Sampah fesyen merupakan penyumbang sampah terbesar kedua di dunia setelah plastik.
Sampah fesyen bukan hanya berasal dari pakaian yang sudah tidak terpakai, tetapi juga dari proses produksinya. Banyak bahan pakaian yang murah dan tidak ramah lingkungan, serta sulit didaur ulang. Ini memperburuk masalah sampah yang sudah ada. Dalam beberapa kasus, pakaian yang tidak terpakai hanya berakhir di tempat pembuangan akhir dan tidak dapat dimanfaatkan kembali.
Para pakar fesyen menyarankan agar masyarakat mulai lebih bijak dalam membeli pakaian, terutama saat Lebaran. Salah satu solusi yang disarankan adalah penerapan konsep YONO atau You Only Need One. Konsep ini mengajak kita untuk lebih fokus pada kualitas pakaian, bukan jumlahnya. Alih-alih membeli pakaian baru yang belum tentu dibutuhkan, kita bisa memilih untuk memadupadankan pakaian lama yang masih layak pakai.
Dengan sedikit kreativitas, pakaian lama bisa terlihat baru dan tetap stylish. Konsep ini bukan hanya berfokus pada pengurangan konsumsi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan. Masyarakat diajak untuk lebih sadar akan dampak lingkungan dari kebiasaan belanja impulsif. Memadupadankan pakaian lama juga bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk menunjukkan kreativitas pribadi tanpa menambah sampah fesyen.
“Baca juga: Panduan Memilih Fashion Sesuai Warna Kulit: Tampil Memukau Setiap Saat”
Mengikuti tren fesyen tanpa mempertimbangkan dampaknya bisa menjadi keputusan impulsif yang merugikan. Dampak negatifnya bisa terasa dalam jangka panjang, baik untuk keuangan maupun lingkungan. Membeli pakaian baru hanya untuk mengikuti tren bukanlah keputusan yang bijak jika dilihat dari segi keberlanjutan. Para pakar mengingatkan agar kita tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memperhatikan kebutuhan yang sesungguhnya.
Jika memang harus membeli pakaian baru, pilihlah produk yang berkualitas tinggi dan dapat bertahan lama. Pakaian yang terbuat dari bahan berkualitas tidak hanya lebih awet, tetapi juga lebih ramah lingkungan. Selain itu, pakaian yang tahan lama dapat mengurangi kebutuhan untuk membeli pakaian baru setiap saat. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini akan mengurangi jumlah sampah fesyen yang dihasilkan.
Kebiasaan membeli pakaian baru menjelang Lebaran harus disertai dengan kesadaran yang lebih tinggi terhadap dampak lingkungan. Masyarakat perlu diberi pemahaman tentang bagaimana sampah fesyen dapat merusak lingkungan. Selain itu, mereka juga perlu didorong untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, termasuk dalam hal konsumsi fesyen. Kesadaran akan pentingnya mengurangi sampah fesyen harus terus digalakkan agar dampaknya tidak semakin parah.
Selain itu, masyarakat juga dapat mempertimbangkan alternatif lain, seperti membeli pakaian second-hand atau memilih pakaian dari bahan yang lebih ramah lingkungan. Tren fesyen yang berkelanjutan dapat menjadi pilihan bijak untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan pilihan yang lebih sadar, masyarakat dapat menikmati tren fesyen Lebaran tanpa harus menambah beban lingkungan.
“Simak juga: Pembangkit Listrik Biomassa: Solusi Energi Ramah Lingkungan dari Limbah Organik”
Penting bagi konsumen untuk memahami bahwa mereka memiliki peran besar dalam mengurangi dampak sampah fesyen, terutama terkait dengan Tren Fesyen Lebaran dan Dampak Lingkungan. Dengan membuat pilihan yang lebih bijak, konsumen dapat berkontribusi pada pengurangan sampah fesyen secara keseluruhan. Pilihan-pilihan tersebut dapat meliputi membeli produk berkualitas, memilih bahan yang ramah lingkungan, dan menghindari pembelian pakaian secara berlebihan.
Pakar fesyen juga menekankan bahwa setiap individu harus berpikir jangka panjang dalam hal konsumsi fesyen, termasuk pada saat Tren Fesyen Lebaran. Pakaian yang tahan lama tidak hanya akan mengurangi jumlah sampah, tetapi juga menghemat uang. Konsumen yang lebih sadar akan dampak fesyen terhadap lingkungan dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar menuju keberlanjutan.