Pas Marque – Affan Kurniawan menjadi sorotan publik setelah peristiwa memilukan yang terjadi pada Kamis malam di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pemuda berusia 21 tahun tersebut dilaporkan tewas setelah terlindas oleh kendaraan taktis milik Brimob ketika sedang menjalankan tugas sebagai pengemudi ojek online. Insiden itu terjadi di tengah suasana mencekam akibat unjuk rasa yang berlangsung ricuh di sekitar Gedung DPR RI. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial dan keterangan sejumlah saksi mata, kejadian berlangsung cepat dan tragis. Aksi pembubaran massa oleh aparat menjadi pemicu terjadinya kekacauan yang memakan korban jiwa dari kalangan sipil. Aksi brutal dari mobil rantis Brimob yang melaju kencang di tengah kerumunan dituding sebagai penyebab utama tragedi yang menimpa Affan. Video viral yang merekam detik-detik kejadian pun menambah luka bagi publik, terutama bagi keluarga dan rekan sesama ojol.
Kronologi yang disampaikan para saksi menyebut bahwa saat insiden terjadi, Affan Kurniawan sedang dalam perjalanan mengantar pesanan ke kawasan Benhil. Ia diduga terjebak dalam kemacetan dan tidak dapat menghindar ketika mobil rantis Brimob melaju ugal-ugalan untuk membubarkan kerumunan. Saksi mata bernama Abdul mengungkap bahwa kendaraan taktis itu melaju tanpa memperhatikan keselamatan orang di sekitarnya. Ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana Affan tertabrak lalu terlindas. Abdul juga menduga Affan sedang berhenti sejenak karena tidak bisa melanjutkan perjalanan akibat padatnya lalu lintas. Setelah terlindas, Affan tidak dapat diselamatkan dan langsung dilarikan ke RSCM, namun nyawanya tidak tertolong. Video yang memperlihatkan tubuh Affan di tengah jalan serta teriakan histeris perekam membuat peristiwa ini semakin menyayat hati publik dan mengundang kemarahan masyarakat.
Suasana pilu tak terelakkan ketika keluarga Affan Kurniawan tiba di rumah sakit. Mereka yang masih mengenakan jas hujan menangis histeris begitu mengetahui bahwa Affan telah tiada. Seorang wanita yang diduga ibunda Affan harus ditopang keluarganya karena tak sanggup berdiri. Kepergian Affan yang begitu mendadak dan tragis membuat keluarga serta komunitas ojol merasa terpukul. Pemprov DKI Jakarta melalui Gubernur Pramono Anung Wibowo langsung datang melayat ke rumah duka di kawasan Menteng. Dalam kesempatan itu, gubernur menyampaikan belasungkawa dan komitmen pemerintah untuk memberikan bantuan penuh kepada keluarga almarhum. Bantuan tersebut mencakup pemulasaran jenazah hingga proses pemakaman. Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mendatangi RSCM untuk meminta maaf secara langsung dan memastikan proses pemakaman berjalan lancar serta keluarga diberi perhatian khusus.
Setelah insiden yang menewaskan Affan Kurniawan, tujuh anggota Brimob dari Satbrimob Polda Metro Jaya langsung diperiksa oleh Divisi Propam Polri. Mereka adalah personel yang berada di dalam kendaraan taktis yang terlibat dalam tragedi tersebut. Inisial para anggota yang sedang diperiksa antara lain Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y dan Baraka J. Pemeriksaan dilakukan secara langsung dan bahkan disiarkan secara live di akun Instagram resmi Divisi Propam. Langkah ini disebut sebagai upaya transparansi pihak kepolisian dalam menangani kasus yang telah mengguncang kepercayaan publik. Keluarga korban dan masyarakat luas berharap proses hukum dilakukan dengan adil dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Sementara itu, solidaritas dari komunitas driver ojol semakin menguat dan menyerukan tuntutan keadilan atas kematian Affan. Aksi-aksi solidaritas dan demo terus digelar di berbagai titik Jakarta sebagai bentuk protes terhadap insiden tersebut.
Peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan telah menyulut gelombang emosi dan solidaritas dari berbagai lapisan masyarakat. Netizen membanjiri media sosial dengan tagar dukungan dan desakan agar kasus ini segera dituntaskan secara adil. Aksi demonstrasi yang dipicu oleh insiden ini meluas ke berbagai kawasan, dengan titik konsentrasi di Kwitang, Pejompongan, Cikini hingga Senen. Aparat keamanan telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat menghindari zona merah yang dianggap rawan sebagai langkah mitigasi kerusuhan. Di sisi lain, para pengguna jalan dan pengemudi ojol diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas saat melintasi kawasan rawan. Sementara jenazah Affan telah dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jumat pagi. Dukungan terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk dari perusahaan penyedia layanan transportasi daring yang turut berbelasungkawa dan menyampaikan dukungan moral kepada keluarga.